Ramayana Diadukan ke OJK, Kewajiban Rp 3,5 Miliar Tidak Dibayarkan

Suasana gerai Ramayana (Foto: Ist)

Jakarta, Niteni.id - PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk diadukan oleh PT Favo Rita Unggul ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena tindakan yang diduga merupakan wanprestasi atau tidak sesuai dengan perjanjian terkait sewa menyewa gedung di Plaza Koja, Jakarta Utara.

Diketahui PT Ramayana Lestari Sentosa, Tbk tidak membayarkan kewajibannya sejak tahun 2017 lalu. Atas hal tersebut PT Favo Rita Unggul menunjuk kantor hukum Fadjar Marpaung & Partners sebagai kuasa hukumnya.

"Sejak bulan Desember 2017 PT Ramayana tidak membayarkan kewajiban atau sewa gedung kepada klien kami dengan jumlah tunggakan senilai Rp 3,5 miliar," ujar Fadjar Marpaung kuasa hukum PT Favo Rita Unggul di Jakarta, Jum'at (30/10/2020).

Lebih lanjut Fadjar menyatakan bahwa kliennya sudah sangat baik di mana permintaan Ramayana untuk mengurangi biaya sewa yang tadinya Rp 345 juta dikurangi Rp 68 juta di bulan Februari lalu, bahkan sebelum terjadi pandemi Covid-19. Namun sejak bulan Juni, sampai sekarang malah tidak membayarkan kewajibannya sama sekali kepada klien kami.

Dia menjelaskan pihaknya juga sudah mencoba untuk membuka komunikasi dengan PT Ramayana Lestari Sentosa. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan tidak ada komunikasi yang baik dilakukan oleh PT Ramayana.

"Surat somasi juga telah kami berikan sebanyak 3 kali, namun surat tersebut juga tidak menemukan titik terang. Justru malah seakan ada semacam tantangan untuk menempuh jalur hukum," jelas Fadjar.

Untuk itu, lanjut Fadjar, kami sudah mengadukan dugaan wanprestasi ini kepada Otoritas Jasa Keuangan. Dirinya berharap OJK bisa menjadi penengah agar PT Ramayana bisa menyelesaikan kewajibannya, terlebih PT Ramayana Lestari Sentosa merupakan perusahaan terbuka (go publik) yang sahamnya dijual di bursa.

"Bahkan baru-baru ini mereka ingin mengeluarkan seluruh barang yang ada di Plaza Koja tanpa penjelasan resmi kepada kami, padahal di dalam Akta Perjanjian disebutkan jika ingin mengeluarkan barang seharusnya setelah diberitahukan ke kami dahulu. Terlebih mereka pun belum membayarkan kewajiban-kewajiban sesuai dengan yang ada di dalam Perjanjian Sewa," tegasnya.

Baca Juga