Peneliti Lembaga John Hopkins Prediksi Covid -19 Selesai di Bulan April

Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Foto: Ist)

JAKARTA, Niteni.id - Seorang professor dan ahli bedah Lembaga Penelitian John Hopkins, Marty Makary menjelaskan bahwa virus Corona “ sebagian besar hilang” pada bulan April. Marty yang juga menjadi Pengajar di Fakultas Kedokteran dan Sekolah Kesehatan Masyarakat Bloomberg mengatakannya dalam sebuah opini yang diterbitkan media Wall Street Journal, Jumat (19/02/2021).

Dalam opini tersebut dijelaskan bahwa infeksi harian Covid 19 sudah mulai menurun 77 persen sejak bulan Januari 2021. Perusahaan vaksin Pfizer digambarkan oleh Marty bahwa penggunaan vaksin covid 19 menunjukkan keamanan pada bulan pertamadan berjalan lancar.

Dalam opininya Marty Makary mengatakan “ Optimis negara – negara di dunia sedang berpacu untuk menekan laju inveksi virus Covid 19,” tulis Makary.

Selain itu menurutnya penurunan penderita covid 19 dapat diindikasikan dari banyaknya orang Amerika yang terinfeksi dengan tidak memiliki gejala ringan atau tanpa gejala apapun. Dengan begitu dirasa mampu untuk menilai penderita covid akan mengalami penuruna yang signifikan.

“Dengan alasan tersebut saya memperkirakan Covid -19 akan Sebagian besar hilang di Bulan April 2021, dengan begitu kehidupan normal di Amerika akan bisa pulih kembali,” menurutnya.

Dengan jumlah vaksinasi dan tingginya jumlah orang yang sudah terinfeksi hingga  28 orang Amerika, dapat demungkinkan terciptanya kekebalan atas virus Corona di musim semi ini, hingga menahan serangan virus corona baru,” ujar Makary.

Sementara itu Gedung Putih dan pakar berbeda pendapat dan tidak terlalu optimis akan terciptanya kekebalan atas penyuntikan vaksinasi di akhir tahun ini. Mereka berpendapat kalau sudah menyeluruh masyarakat Amerika di vaksin barulah tercipta kekebalan atas serangan  virus Corona 19 dan mampu mengakhiri penyebarannya.

Selain itu Makary juga semakin optimis dengan mengatakan “Ketika rantai penularan virus telah diputuskan di banyak tempat, lebih sulit untuk menyebarkannya dan itu termasuk jenis baru," katanya.

Penulis:

Baca Juga