oleh

Nora Alexandra, Istri Jerinx SID Dapat Ancaman Pembunuhan

Denpasar, Niteni.id – Nora Alexandra, istri Jerinx SID dapat ancaman pembunuhan. Ancaman itu dilakukan melalui komentar sebuah akun bernama @paharto1 yang mengomentari unggahan @nkr.internet setelah Jerinx mendapatkan vonis bersalah dan dijatuhi hukuman 14 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis, (19/11/2020).

Saat itu, akun @nkr.internet mengunggah berita di media online yang mengabarkan vonis terhadap Jerinx. “Turut berduka cita, salah satu menteri kita ditahan di negara sebelah,” tulis akun itu melengkapi unggahan foto tangkap layar media online itu.

Saat itulah, akun @paharto1 menuliskan komentarnya. Akun ini menjawab komentar pertanyaan dari netizen, bagaimana nasib Nora setelah putusan yang belum inkracht itu. Akun @paharto1 menjawab dengan kalimat tidak pantas. “Bininya gue bunuh.”

Nora Alexandra mengunggah foto dengan suaminya, Jerinx SID. Instagram

Unggahan ini diketahui oleh Nora Alexandra. Ia mengunggah foto tangkap layar yang membuktikan komentar akun tersebut, kurang dari satu jam lalu.

“Setelah vonis suami saya, muncul akun yang mengatasnamakan @paharto1 di mana dalam statement dia di akun @nkr.internet dia mengancam akan membunuh saya, terang-terangan tertuku di postingan yang memuat berita JRX, menurut kalian apakah ini wajar? Walau akun palsu apakah ancaman seperti ini wajar dibiarkan,” tulisnya.

Tak main-main dengan teror yang ia rasakan, unggahan itu diunggah lagi Nora di Instagram Storynya dan menge-tag akun Polda Bali. “Cc @poldabali lapor akun yang mengatasnamakan @paharto1 mengancam akan membunuh saya, ini sudah ancaman yang harus ditindaklanjuti, comment akun ini ada di akun @nkr.internet,” tulisnya di atas unggahan itu. Tapi, akun @paharto1 itu kini tak bisa dibuka kembali.

Di beberapa unggahan sebelumnya, Nora mengaku kerap mendapatkan teror dan perlakuan tidak menyenangkan pasca suaminya dilaporkan ke polisi karena ujaran IDI kacung WHO itu. Jerinx SID dilaporkan dengan empat pasal di UU ITE dan telah dinyatakan bersalah.

Komentar

News Feed