Keretakan Jadi Penyebab Tenggelamnya KRI Nanggala -402

KRI Nanggala dinyatakan tenggelan setelah masa bertahan oksigen selama 72 jam terlewati

JAKARTA, Niteni.id - Panglima TNI Hadi Tjahjanto KRI Nanggala 402 yang dinyatakan hilang di perairan utara Bali dipastikan telah tenggelam dengan membawa 53 awak kabin. Sebelumnya, isyarat subsungk (tenggelam) untuk KRI Naggala 402 ditegaskan setelah pencarian yang dilakukan selama 72 jam.

Kepala Staf Angkatan Laut Laksmana Yudo Margono menjelaskan tim pencari KRI Nanggala 402 sudah berusaha maksimal dan mencari diluar batas kemampuan kedalaman. " Dengan adanya kejadian ini, untuk unsur-unsur kita yang masih melaksanakan pendeteksian, bersama unsur-unsur lain yang masih berusaha keras. Karena kedalaman laut yang kita deteksi tadi adalah pada kedalaman 850 meter ini sangat riskan dan memiliki kesulitan yang tinggi," jelasnya.

Sebelumnya, KRI Nanggala 402 dinyatakan hilang dari radar 3 hari sebelumnya (21/04/2021) setelah dilakukan pencarian diperkirakan kemampuannya hanya 72 jam oksigen mampu bertahan. Namun  kalau listriknya bisa hidup dan  bertahan 5 hari.

Menurut KSAL dugaan sementara tenggelamnya KRI Nanggala 402 di perairan Utara Bali adalah karena terjadi retakan dan bukan ledakan yang menjadi spekulasi banyak orang. Karena menurutnya bila terjadi ledakan pada kapal maka akan tertangkap jelas oleh sonar.

"Jadi bukan ledakan. Kalau ledakan pasti sudah ambyar semuanya. Karena retakan secara bertahap di bagian tertentu, saat mulai turun ini pasti terjadi fase-fase mulai dari kedalaman 300, 400, 500. Kalau ledakan ini pasti akan terdengar, di sonar pasti terdengar kalau ledakan. Jadi bukan ledakan. Jadi lebih kepada keretakan." Jelas Laksmana Yudo Margono Kepala Staf Angkatan Laut.

Penulis:

Baca Juga