Kejagung Tangkap Jaksa Palsu Penipu Masalah Pertanahan

Ilustrasi Penangkapan (Fixbay)

Jakarta, Niteni.id - Tim Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung) menangkap seseorang yang mengaku sebagai jaksa pada Jaksa Agung Muda Intelijen. Dalam aksinya, jaksa palsu tersebut diduga telah melakukan penipuan dan pemerasan kepada masyarakat pencari keadilan.

"Pengamanan oknum yang mengaku jaksa dilaksanakan berawal dari Laporan Pengaduan Masyarakat atas nama Puguh Santoso yang melaporkan oknum mengaku jaksa bidang intelijen dan melakukan penipuan serta pemerasan," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, di Jakarta, Kamis (4/3/21).

Dari laporan masyarakat, selanjutnya Tim Intelijen Kejagung melakukan pelacakan keberadaan oknum tersebut di wilayah Gunung Putri Bogor dan di wilayah DKI Jakarta. Namun oknum tersebut berpindah-pindah tempat sehingga keberadaannya sulit ditemukan.

Akhirnya pada hari ini, Kamis (3/3/2021), Tim Intelijen Kejaksaan Agung kembali melakukan pelacakan dan menemukan keberadaan oknum yang mengaku jaksa tersebut di daerah Bekasi. Selanjutnya oknum tersebut diserahkan ke pihak berwenang Polda Metro Jaya guna dilakukan proses hukum.

Dijelaskan Leonard, dalam keterangannya, R Achmad Suryadinata memang mengaku-ngaku sebagai jaksa dan bekerja di bidang Intelijen Kejaksaan Agung sejak tahun 2019. Sedangkan tujuan R Achmad Suryadinata mengaku sebagai jaksa adalah untuk meyakinkan para korban yang sedang mengalami permasalahan pertanahan.

"Selama kurun waktu tahun 2019 sampai dengan 2021, R Achmad Suryadinata telah melakukan penipuan terhadap beberapa orang korban, namun tidak ingat pasti jumlah korban yang sudah diperdayanya," ucapnya.

Dari hasil perbuatannya mengaku sebagai jaksa dan membantu permasalahan pertanahan, yang bersangkutan mendapat keuntungan 10% dari hasil penjualan tanah atau penyelesaian pertanahan.

R Achmad Suryadinata juga mengaku mendapat keuntungan dari Nairul Asrol lebih kurang sebesar Rp 40 juta dan dari Hariyadi jumlahnya lebih kurang Rp 130 juta yang diterima untuk pengurusan tanah, sedangkan korban lainnya yang bersangkutan sudah tidak ingat jumlah uang keuntungan yang didapatkan.

"R Achmad Suryadinata mengaku sebagai Jaksa karena sebelumnya pernah mendaftar di Kejaksaan namun gagal atau tidak lolos sehingga berusaha menampilkan diri sebagai jaksa. R Achmad Suryadinata mendapatkan seragam serta atribut Kejaksaan dengan membelinya di daerah Pasar Senen Jakarta," ungkap Leonard.

Kapuspenkum Kejagung pun mengimbau kepada seluruh masyarakat yang bukan pegawai Kejaksaan untuk tidak mengenakan atribut dinas Kejaksaan dan menggunakannya untuk kepentingan pribadi serta menyalahgunakannya.

Baca Juga