Iwan Fals Geram Serangan Israel ke Palestina

Jakarta Niteni.id - Iwan Fals penyanyi balada berkomentar tentang serangan tentara zionis Israel ke perbatasan Gaza melalui lagu yang berjudul ‘ Palestina ‘ dan dipublikasikan di akun youtubenya Jumat (14/05/2021)

Dalam syair lagunya dia melihat perseteruan Israel dan Palestina bukan soal Agama, melainkan tanah. Dirinya mengatakan lagu yang dinyanyikannya ini sudah di ciptakannya sejak 6 tahun lalu dan dinyanyikannya lagi karena kegelisahannyaatas serangan Israel di Gaza seminggu lalu.

"Enam tahun yang lalu saya buat lagu ini dan hari ini, saya ingin menyanyikan lagi sebagai bentuk keprihatinan saya terhadap yang terjadi di Gaza akhir-akhir ini, Palestina," jelas Iwan di akun YouTube-nya

Penyanyi yang dikenal dengan lagu Oemar bakrie ini menjelaskan sengaja melantunkan lagu ini Kembali karena marah yang sudah meluap dan sedih tidak tertahan  atas serangan Irael.

"Iya berduka, tapi rasanya sudah bosan ya kita berduka. Saya sudah mau marah, ini di atas marah, mau sedih, ini pun juga sudah di atas sedih," ucapnya.

Perang antara Israel dan Palestina terjadi dinilainya hanya pengaruh nafsu, amarah, dan dendam. Sehingga perang ini tidak akan pernah selesai jika terus mengikuti nafsu, amarah, dan dendam tersebut.

"Ya susah, emosi, nafsu, panas, tapi ya itu mereka harus memutuskan. Berani tidak memutuskan itu? Karena dendam kalau diikut-ikuti kan tidak selesai. Sampai kapan? Ya intinya, rasa damai ingin berperang itu kan manusia, ya sudah hentikan saja," katanya.

Menurutnya nafsu, amarah, dan dendam ini disalurkan melalui hal-hal yang lebih positif, misalnya berkompetisi di Olimpiade, khususnya di bidang-bidang olahraga. Dengan begitu, tidak ada nyawa yang melayang.

Selain itu, dia mengingatkan dampak perang yang juga mengintai di dekat Indonesia, melalui konflik Laut China Selatan.

"Sekarang isu terakhir, kita pun terancam perang di Laut China Selatan, entah karena stress, karena covid tidak selesai-selesai, sehingga ini mencetuskan, meluapkan, tapi ada juga yang bilang perang sekarang bukan dar der dor, bang, tapi perangnya di cuci otak, di media massa, dan segala macam," tuturnya.

Iwan berkomentar seluruh pandangannya ini sengaja diberikan agar bisa memberi masukan kepada para pemimpin dalam memimpin negaranya.

"Ya siapa tahu, renungan abal-abal ini menjadi inspirasi bagi para pengambil keputusan, terutama untuk para pemimpin, yang memutuskan perang kan dari pemimpin. Rakyat ya bisa apa, kan hanya ikut saja," mengakhiri tayangan youtubenya.

Penulis:

Baca Juga