Hewan Langka Tarsius Leucistic Ditemukan Warga Minahasa

Hewan Langka Tarsius Berkelainan Dengan Warna Rambut Putih dan Warna Mata Hitam Bulat Ditemukan Seorang Warga Minahasa Sulawesi Utara

JAKARTA, Niteni.id - Seekor hewan langka Tarsius dengan kelainan berupa leucistic (warna rambut putih dan mata hitam) ditemukan seorang warga di Desa Lemoh Timur, Kecamatan Tomariri Timur, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Jumat, (5/02/2021).

Satwa langka ini ditemukan di kebun campuran buah-buahan milik masyarakat jam 10.00 pagi Wita, Jenis Tarsius ini dikenal sebagai Krabuku Tangkasi ( _Tarsius tarsier_ / _Tarsius spectrumgurskyae_ ) yang normalnya memiliki warna rambut cenderung coklat kemerahan dengan mata coklat.

Satwa ini dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor. P.106/MENLHK/ SETJEN/KUM.1/12/2018.

Saat ditemukan warga bernama Pak Into, Tarsius ini berada di atas sebuah pohon kecil dengan ketinggian ± 1 meter. Waktu ditangkap Tarsius leucistic ini tidak berusaha untuk lari, kemudian diambil  atas dasar pertimbangan keamanan dari predator kemudian dibawa ke kampung.

Selanjutnya dilaporkan kepada Kepala Resort Taman Wisata Alam (TWA) Batuputi Cagar Alam (CA) Duo Sudara, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jenli Gawina.

"Atas pertimbangan keamanan, saya menyarankan untuk dikembalikan ke alam atau ke induknya. Namun karena warga tidak tahu dimana lokasi induknya, selanjutnya pihak BKSDA Sulawesi Utara berkoordinasi dengan Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki dan dibantu masyarakat setempat, sejak hari Sabtu (6/2) secara bersama-sama mulai melakukan pemantauan di lokasi penemuan tarsius untuk menemukan induknya," ujar Jenli.

Pemantauan dilakukan dengan mencoba menempatkan tarsius leucistic dibeberapa lokasi yang diduga menjadi lokasi/habitat induknya. Namun sampai hari ini, Senin 8 Februari 2021, lokasi keberadaan induk tarsius belum ditemukan. Namun demikian pihak BKSDA Sulawesi Utara dan PPS Tasikoki masih tetap melakukan pemantauan di lokasi penemuan.

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga