Diduga Peras Pejabat, Tiga Wartawan Gadungan Diciduk Polisi

Wonosobo, Niteni.id - Tiga oknum wartawan gadungan mengaku dari media "Internal Publik" diamankan oleh Satreskrim Polres Wonosobo, Jawa Tengah

Ketiganya berinisial HW (32), DN (36), dan AR (35). Mereka ditangkap diduga berusaha memeras Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Wonosobo. Rabu (3/3/2021).

Kapolres Wonosobo AKBP Ganang Nugroho Widhi mengatakan awalnya Kepala Dinas PUPR melaporkan adanya usaha pemerasan dari oknum wartawan dengan berbekal permintaan konfirmasi temuan LHP BPK atas APBD Kabupaten Wonosobo Tahun 2019.

"Meskipun dijelaskan jika temuan BPK sudah ditindaklanjuti dengan pengembalian sejumlah uang ke kas daerah, akan tetapi para oknum ini menakut-nakuti dengan mengatakan kenal dengan Jaksa Agung Muda Pengawasan di Kejagung RI dan proses pidana tetap dapat dilakukan," ucapnya.

Sebelum berusaha memeras, oknum wartawan tersebut sempat mengirim pesan whatsapp kepada Sekda Kabupaten Wonosobo.

Intinya apabila surat permintaan konfirmasi temuan BPK, dijawab, maka akan ditembuskan ke Jakarta dan SKPD akan repot karena dipanggil aparat penegak hukum.

"Dengan adanya kasus ini menunjukkan bahwa sinergitas antara Polres Wonosobo dengan Kejari Wonosobo, aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) Kabupaten Wonosobo, dan pers setempat terjalin dengan baik,", imbuh Kapolres

Kapolres juga berpesan apabila ada yang mengatasnamakan aparat penegak hukum atau pers menakut-nakuti dengan tujuan meminta sejumlah uang, laporkan saja.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP Mochamad Zazid mengatakan setelah menerima informasi awal, pihaknya segera berkoordinasi dengan Inspektorat selaku Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dan Kejaksaan Negeri Wonosobo.

"Melalui Tim Satgas Pemberantasan Pungutan Liar (UPP) Saber Pungli Kabupaten Wonosobo, ketiganya kami amankan saat menerima permintaan uang sejumlah Rp20 juta yang disamarkan dengan modus permintaan kerja sama iklan," ujarnya.

Setelah ditelusuri lebih lanjut diketahui bahwa ketiganya tidak terdaftar sebagai jurnalis.

Dan nama media "Internal Publik" yang diakui sebagai tempat para tersangka bekerja juga tidak terdaftar sebagai perusahaan pers. (E03)

Penulis:

Baca Juga